Abu Sayyaf Membuat Marah Bangsa Indonesia

Abu Sayyaf membuat bangsa Indonesia marah dengan menculik 10 ABK kapal Anand 12 yang membawa batubara. 8 April batas waktu pembayaran tebusan telah lewat. Keluarga dan masyarakat Indonesia menanti detik demi detik apa yang akan dilakukan terhadapa sandera Abu Sayyaf.

Upaya pemerintah Indonesia sudah semaksimal mungkin untuk membebaskan para sandera. Bahkan melibatkan para tahanan teroris seperti Umar Patek untuk menjadi negoisatornya.

Perhitungan Matematis Upaya Pembebasan Sandera Abu Sayyaf

Kelompok Abu Sayyaf meminta tebusan sekitar 15 miliar rupiah untuk pembebasan 10 sandera Indonesia. Dibandingkan dengan sandera yang lain uang tebusan untuk sandera Indonesia terbilang lebih sedikit. Dulu ketika Kapal Sinar Kudus disandera perompak Somalia perusahaan harus menebus jauh lebih banyak dari yang diminta Abu Sayyaf. Dibanding sandera Abu Sayyaf yang lain uang tebusan juga lebih kecil. Turis Malaysia Gerad Ghen Ted Fen November 2015 dieksukusi kelompok ini karena uang tebusan 12 miliar tidak dibayar. Berita terbaru tiga sandera akan dieksukusi, mereka adalah John Ridsdel, Robert Hall dari Kanada dan  Kjartan Sekkingstad dari Norwegia yang dimintai 284 miliar.

Umar Patek meminta remisi hukuman sebagai syarat untuk membantu negoisasi  dengan kelompok abu sayyaf. Persoalannya apakah tidak lebih baik memainkan power of money daripada harus mengurangi hukuman dari para teroris?

Dengan membayar uang tebusan proses lebih mudah dan cepat. Keselamatan sandera pun lebih terjamin. Keburukannya kalau membayar uang tebusan tentunya masalah harga diri dan ditakutkan kasus seperti ini akan terulang terus. 

Dengan menggunakan teroris sebagai pahlawan pembebasan mungkin bisa mengurangi biaya dan juga lebih menjamin keselamatan sandera Abu Sayyaf dibanding operasi militer. Tetapi harga yang yang dibayarpun sangat mahal. Berkurangnya waktu kurungan akan mempercepat aktifitas mereka kembali. Satu hal lagi yang penting yaitu kalau mereka berhasil menjadi pahlawan pembebasan akan muncul citra positif terhadap teroris yang mungkin kontraproduktif dengan upaya deradikalisasi. Bisa juga muncul ide dari jaringan mereka untuk melakukan penculikan dengan tuntutan pembebasan para teroris.

Baca : Abu Sayyaf Menantang Indonesia

Ada kemungkinan Abu sayyaf menggunakan sandera sebagai tameng dari serangan tentara Filipina. Seperti diketahui saat ini tidak hanya warga Indonesia tetapi beberapa warga asing juga disandera. Jika kelompok sandera yang pertama sudah dibebaskan atau mungkin dieksukusi abu sayyaf akan mencari lagi sandera lain sehingga tentara Filipina tidak bisa sembarangan menyerbu mereka.

Ketika jumlah sandera banyak kemungkinan kelompok abu sayyaf mengeksekusi sandera jika uang tebusan tidak dibayar akan sangat besar. Kesulitan mendapat sandera warga barat mungkin menyebabkan mereka mengalihkan sasaran ke warga Indonesia.

BACA : Kelompok Abu Sayyaf Menghancurkan Tentara Filipina

Pengamanan laut perlu ditingkatkan di kawasan dekat perbatasan filipina. Sudah saatnya angkatan laut memperhatikan jalur perbatasan dengan filipina. Selain menjaga keamanan dari serangan kelompok teroris juga memutus jalur pasokan senjata ke Indonesia. Alutsista yang modern sangat diperlukan dalam pengawasan wilayah tersebut. 

Kerjasama militer di tingkat ASEAN sangat penting dilakukan termasuk perundang-undangan di tiap negara anggota ASEAN perlu dirubah sehingga memungkinkan operasi militer gabungan. Ancaman keamanan wilayah asia tenggara semakin meningkat dan dengan kerjasama militer akan lebih mudah mengatasi persoalan.

One thought on “Abu Sayyaf Membuat Marah Bangsa Indonesia

%d blogger menyukai ini: