Perangkap Tikus Paling Sadis

Perangkap Tikus Paling Sadis

Tikus di AS mungkin memang sangat cerdik. Dalam watu lebih kurang 150 tahun, sudah 4 ribu jenis perangkap tikus yang terdaftar di Kantor Paten dan Hak Cipta AS.

Adakah dengan begitu tikus-tikus AS lalu bisa diberantas? Tak jelas. Yang pasti, sebuah perangkap yang terdaftar dengan nomer 4.669.216 kini dijuluki perangkap tersadis.

Proses bekerjanya perangkap itu begini. Begitu tikus mendekati umpan, sebuah garpu besar langsung membantainya. Tubuh korban yang masih meronta-ronta langsung ditimpa besi dari atas. Selanjutnya, sebuah kabel listrik secara otomatis menyundut sang tikus.

Yang tak memenangkan hadiah tapi cukup interaktif adalah ciptan Daniel Reyes. Alat yang belum dipasarkan ini berbentuk kotak, dilengkapi lantai perangkap. Dibawah lantai sebuah bak kaca berisi air. Sudah dapat diduga, begitu terjebak, sang korban pun masuk ke kotak berisi air. Nah, disinilah Reyes menjanjikan atraksi sadistis itu. Para pemilik perangkap dipersilakan menonton pertunjukan tari balet air yang tentunya berakhir ketika sang penari mampus. Ketahuilah, kolam itu dialiri listrik.

Surga Dunia

Tersebutlah seorang warga Kota Hardwar, India, yang menjalani hidup prihatin. Bertahun-tahun ia melakukan semadi di sebuah gubuk tua, agar kelak setelah mati ia dapat masuk nirwana. Niatnya begitu kuat, sehingga ia menjauhi segala hal berbau duniawi. Rambut panjangnya yang tak terurus digelung, sementara tubuhnya yang kurus dan lunglai diam tak bergerak.

Nirwana itu akhirnya memang datang. Ketika ia lagi asyik bersemadi, tiba-tiba kakinya tersenggol seorang turis wanita asal Australia. Si cewek berkulit putih ini langsung ketakutan dan mengiba-iba minta maaf. Dari pandangan itulah, sang calon resi merasa menerima apa yang disebut chimta (cinta) dari surga.

Menurut majalah India Today, ia tak menolak ketika di ajak dewi Australia itu meninggalkan tempat pertapaannya, dan pindah kehotel mewah. Maka, benar-benar ia temukan sebuah nirwana, setidaknya surga dunia. Di hotel mewah itu, keduanya menjalani bulan madu, sementara pelayan tak henti-hentinya mengirim buah segar dan makanan lezat.

Hak Cipta Yakuza

Seperti laiknya orang-orang dunia bisnis, kelompok anggota gangster Jepang, yang lebih dikenal dengan yakuza, selalu memberi kartu nama yang lengkap dengan jabatan dan alamat organisasi mereka. Bukan cuma itu. Yamaguchigumi, sindikat gangster terbesar di di negeri itu, malah mencetak buku telepon setebal 18 halaman untuk para anggotanya.

Tidaklah mereka takut dilacak polisi? Oh, mereka punya hubungan baik dengan polisi. Bahkan sering membantu menyelamatkan penegak hukum itu. Bila mereka melakukan perang antargang, dan jatuh korban, agar polisi cepat menemukan siapa pelakunya, seorang yakuza yunior akan segera diperintahkan menyerahkan diri kepada polisi.

Sebab, kata mereka seraya menyombong, bila mereka tak berbuat begitu, sulit sekali bagi polisi melacak pembunuh sebenarnya. Dengan cara “kompromi” itu dua-duanya selamat : muka polisi dan bos Yakuza yang sebenarnya bertanggungjawab atas pembunuhan tersebut.

Memang, dulu semua kegiatan dilakukan secara rahasia, kini mereka tidak perlu menutupi kegiatannya. Misalnya dalam acara pengukuhan ketua besar kelima, tahun lalu, dan upacara Shinto. Kegiatan mereka diabadikan dengan video. Semua undangan yang hadir direkam dan nama serta jabatan dalam organisasi tertulis dengan gamblang.

Eh, suatu hari, Stasiun Televisi TBS di Jepang, entah dengan cara bagaimana, menyiarkan sebagian rekaman. Nah, bila itu terjadi di film-film mafia, biasanya sebuah pembalasan seru akan diterima TBS.

Tapi tidak di Jepang sekarang. Yang kemudian terjadi, wakil ketua sindikat Yamaguchiyumi, Masaru Takumi, menuntut ganti rugi kepada TBS 10 juta yen, sebagai denda penyalahgunaan hak cipta.

*Sumber : TEMPO edisi 3 Februari 1990

%d blogger menyukai ini: