Hasil Semifinal 2 Sasuke Ninja Warrior

Hasil semifinal 2 Sasuke Ninja Warrior Indonesia adalah sebagai berikut:

  1. Zico Desriera (Bandung) parkour
  2. Putra Waluya Nuryayi (Bandung) parkour
  3. Angga Cahya (Balikpapan) climber
  4. Febrriyan Ramadhan (Bekasi) climber
  5. Muhammad Luky (Tangerang) climber
  6. Murtadlo (Cirebon) mahasiswa
  7. Ahmad Yunan ( Jakarta) parkour
  8. Martua Manangi Ambarita (Parapat MEDAN) buruh
  9. Adnan Buchari (Jakarta) climber
  10. Faisal Perwira (Jabar) climber
  11. Amudin (Jabar) climber

Akhirnya 11 peserta Sasuke Ninja Warrior Indonesia berhasil lolos dari rintangan yang menghadang di semifinal 2. Hanya 4 peserta yang gagal yaitu Ridow Agus Kantana, Asep Zajuli, Edmund Jed Solaiman, dan Desna Dwinda Jatnika.

Gara-Gara Sepatu Emund Kena Diskualifiksi

Pada babak Semifinal 2 ada 5 rintangan yaitu Quintuple Steps, Rolling Log, Spinning Bridge, Jump Hang, dan Double Warped Wall.  Dari 5 rintangan spinning bridge merupakan rintangan paling banyak memakan korban. Setelah berputar di rolling log kemudian harus melewati spinning bridge yang membutuhkan keseimbangan  menyulitkan peserta yang tidak cepat memulihkan keseimbangannya.

Edmund kali ini bernasib apes. Gara-gara sepatu yang dikenakanya lepas dia harus didiskualifikasi. Aturan di Sasuke Ninja Warrior pakaian dan sepatu dianggap bagian dari tubuh. Jika terkena air maka dianggap terjatuh walaupun cuma sepatunya. Pada rolling log terlihat Edmund terlalu cepat melepaskan kakinya sehingga sepatunya terlempar ke kolam. Dan dengan terpaksa dia harus mengakhiri kiprahnya di Sasuke Ninja Warrior Indonesia.

Berbeda dengan Murtadlo yang sempat terjatuh di spinning bridge tapi masih sempat mEraih matras dan berhasil naik sebelum menyentuh air. Mahasiswa dari Cirebon ini sukses lolos ke final bersaing dengan jago-jago climber.

Semifinal 2 Lebih Mudah dari Semifinal 1 Sasuke Ninja Warrior

Di lihat dari prosentase peserta yang lolos ternyata babak semifinal 1 paling banyak memakan korban. Bisa dikatakan babak semifinal 1 adalah yang paling sulit dari empat babak yang telah berakhir.

Sasuke Ninja Warrior Indonesia terdiri dari 6 babak yaitu:

1.Chalenge Stage

Terdiri dari Quintuple StepsRope GripDomino Hill, dan Rope Ladder. 500 peserta yang lolos audisi berhak ikut babak ini. 217 lolos ke babak selanjutnya. Berarti tingkat kelolosannya 43,4 %. Domino hill termasuk obstacle yang sulit di babak ini.

  1. Warrior Stage

Babak ini terdapat empat rintangan yaitu  Long Jump, Log Grip, Shaking Bridge dan Warped Wall. Dari 217 yang ikut dibabak ini 110 orang lolos ke babak semifinal 1. Tingkat kelolosannya 50,7 %. Log grip dan warped wall adalah rintangan yang paling banyak menjatuhkan para peserta.

  1. Semifinal1

Pole Jump, Spider Walk, Monkey Peg, Balancing Bridge, Unstable Bridge dan Rope Ladder
adalah 6 rintangan yang harus dilewati. Monkey peg dan unstable bridge adalah rintangan maut di babak ini. Kekuatan dan konsentrasi kunci utama untuk bisa melewati rintangan di semifinal 1. Dari 110 peserta hanya 15 orang yang lolos berarti tingkat kelolosanya hanya 13,6 %. Jauh lebih sulit dari rintangan sebelumnya, bahkan seorang Aspar Jailolo yang sangat ditakuti peserta lain harus menyerah di babak ini.

  1. Semifinal 2

Terdiri dari 5 rintangan yang relatif tidak menguras tenaga. Keseimbangan paling utama di babak ini. 11 dari 15 orang yang ikut semifinal 2 lolos ke babak final. Tingkat kelolosannya berarti 73,3 %. Satu orang gagal karena didiskualifikasi. Mungkin juga semifinal 2 sebagai pemanasan untuk babak Final sehingga rintangannya tidaklah sesulit semifinal 1.

 Para Climber Masih Menguasai Babak Final

Dari 11 orang yang lolos ke final sasuke ninja warrior Indonesia 6 orang climber atau atlet panjat tebing, 3 orang atlet parkour, 1 mahasiswa dan satu buruh. Wajar jika para atlet panjang tebing mampu menjadi penyumbang terbanyak finalis Sasuke Ninja Warrior karena kekuatan tangan sangat penting untuk melewati hampir semua obstacle.

Atlet beladiri, binaraga, dan bahkan dari polisi maupun militer belum mampu bersaing di ajang ini. Orang-orang bertubuh besar, kekar, dan berotot kesulitan untuk melewati rintangan. Beban tubuh yang besar mungkin tidak cocok menjadi seorang ninja yang membutuhkan kecepatan, keseimbangan, dan tubuh yang ringan untuk menjalankan tugasnya.

Baca : Korupsi Jakarta : Dulu dan Sekarang

 

%d blogger menyukai ini: