Jumlah Napi di Indonesia Peringkat 10 Dunia

Akhir-akhir ini sering diberitakan kerusuhan yang melanda beberapa lapas di Indonesia. Terakhir kerusuhan di lapas Banceuy Bandung Jawa Barat. Dipicu kematian seorang narapidana kasus narkoba. Kamis, 22 April 2016 kerusuhan di LP. Kerobokan, pemicunya peneolakan napi terhadap masuknya 11 terpidana pembunuhan di Jalan Teuku Umar Denpasar. Jumat 15 April kerusuhan melanda Lapas Curup Bengkulu, pemicunya protes napi terhadap kebijakan lapas. Jumat 1 April 2016 kerusuhan di Lapas Kuala Simpang, pemicunya protes napi terhadap kebijakan kalapas. Jumat 25 Maret 2016 kerusuhan di lapas Malabero Bengkulu, pemicunya razia narkoba di lapas. Korban 5 orang tewas. 17 Desember 2015 kerusuhan di Lapas Kerobokan dan menjalar keluar lapas. 2 tewas di Lapas dan 2 tewas di Jalan Teuku Umar Denpasar. 17 Desember 2015 kerusuhan juga terjadi Lapas Piru maluku, pemicunya bentrok antarnapi. Jumat 6 November 2015 kerusuhan di Lapas Lambaro Aceh, pemicunya kurangnya air bersih untuk napi. Penghuni yang melebihi kapasitas lapas adalah alasan yang lazim diucapkan pejabat terkait. Dari sumber prisonstudies.org jumlah napi di Indonesia peringkat 10 dunia. Berikut daftarnya:

Peringkat Jumlah Napi Tiap Negara di Dunia

  1. Amerika Serikat jumlah napi 2.217.947 orang
  2. China jumlah napi 1.649.804 orang
  3. Rusia jumlah napi 650.613 orang
  4. Brazil jumlah napi 607.731 orang
  5. India jumlah napi 418.536 orang
  6. Thailand jumlah napi 315.969 orang
  7. Mexico jumlah napi 255.138 orang
  8. Iran jumlah napi 225.624 orang
  9. Turkey 179.611 orang
  10. Indonesia jumlah napi 173.713 orang
  11. Afrika Selatan jumlah napi 159.563 orang
  12. Vietnam – 136.245 orang
  13. Kolumbia – 121.356 orang
  14. Filipina – 120.076 orang
  15. Ethiopia – 111.050 orang
  16. Inggris – 85.753 orang
  17. Pakistan – 80.169 orang
  18. Peru – 77.242 orang
  19. Maroko – 76.000 orang
  20. Polandia – 71.764 orang

Jumlah tahanan yang terlalu banyak dibandingkan dengan kapasitas yang ada menyebabkan tingkat tekanan hidup di dalam lapas makin tinggi. Sehingga mudah terjadi gesekan baik antar napi mapun napi dengan petugas lapas. Emosi penghuni lapas dengan mudahnya meledak.

Jumlah napi yang tinggi di Indonesia bukan berarti negeri ini penuh dengan orang jahat, tapi lebih karena penduduknya yang banyak. Prison Population Rate (jumlah napi tiap 100.000 penduduk) Indonesia hanya 67 bahkan lebih kecil dari Singapura 219. Dengan kata lain dari 100.000 orang Indonesia hanya 67 yang jahat. Bandingkan dengan Amerika yang mempunyai prison population rate 693 atau Thailand 468. Prison Population Rate Indonesia hanya diperingkat 180 dunia.

Tingkat hunian lapas Indonesia 149,2 % berada diperingkat 50 dunia. Bandingkan dengan peringkat 1 tingkat hunian yaitu Haiti 454,4 % atau Filipina yang ada diperingkat 5 dengan tingkat hunian lapas 316 %. Dari 200 lebih negara 115 penghuni lapasnya melebihi kapasitas.  Kamar penjara yang paling banyak tersisa  yaitu di Nauru, hanya 14% tingkat huniannya.

Dilihat dari jenis kelaminnya penjara di Hongkong 20,5 % nya adalah wanita. Sementara wanita Indonesia yang menghuni kamar prodeo hanya 5,1% dari total penghuni lapas.

Negara yang rajin mengkandangkan orang asing dibanding warganya adalah UAE United Arab Emirat. Disana 92.2% penghuni penjaranya adalah orang asing. Disusul Monaco 89,7%, Andorra 74,5 persen, Qatar 73,3 %, Swiss 73%, Luxemburg 72,3%, Arab Saudi 72%. Sementara di Indonesia hanya setengah persen orang asing yang menghuni lapas.

Amerika Serikat adalah negara dengan jumlah tahanan terbesar didunia. Dua juta orang lebih yang menghuni penjara di sana. Dua juta kamar yang disediakan terisi penuh. Rata-rata nasional anggaran per kepala untuk makan adalah sekitar 8 $US. Jadi  dibutuhkan dana milliaran dollar atau puluhan trilyun rupiah per tahun untuk memberi makan para napi di sana. Hampir 10% tahanan adalah wanita atau lebih besar dari semua napi yang ada di Indonesia.

Anggaran makan untuk napi di Indonesia bervariasi. Penghuni Lapas Tanjung Gusta Medan diberi jatah 15.000 rupiah per orang per hari. Para penghuni lapas di wilayah Sultra mendapat jatah 17.000 rupiah perhari. Dengan jatah sebesar itu masih saja ada petugas yang mengeluhkan kecilnya biaya makan bagi para tahanan. Dibandingkan dengan mayoritas orang Indonesia jatah sebesar itu masih jauh lebih baik dari orang di luar penjara. Seorang buruh dengan bayaran 100.000 rupiah perhari harus menghidupi 2 anak dengan satu istri. Uang sebesar itu harus cukup untuk makan, jajan anak, biaya sekolah, beli pakaian, belum anggaran untuk kondangan, iuran rt.

%d blogger menyukai ini: