Panama Papers Mengguncang Dunia

Panama Papers mengguncang dunia, media ramai memberitakan, politikus sibuk membahasnya dan masyarakat pun terheran-heran menontonnya.  Panama Papers adalah proyek investigasi terhadap bocoran data firma hukum Mossack Fonseca yang dilakukan oleh International Consortium of Investigative Journalist (ICIJ) bekera sama dengan koran Jerman Süddeutsche Zeitung dengan melibatkan ratusan jurnalis dari 76 negara. Media Indonesia satu-satunya yang terlibat proyek ini adalah TEMPO. Mulai awal 2015 Tempo mulai bekerja dalam proyek ini secara diam-diam dan tanggal 4 April hasil investigasi ini dipublikasikan secara besar-besaran diseluruh dunia.

Panama Papers Mengguncang Dunia

Panama papers mengekspose 2,6 Terabyte data, 11,5 juta dokumen kegiatan internal Firma Mossack Fonseca selama hampir 40 tahun termasuk didalamnya informasi tentang lebih dari 210.000 perusahaan offshore. Mossack Fonseca menawarkan kerahasiaan finansial kepada banyak kalangan pengusaha, politikus, atlet, artis, gembong narkoba, koruptor, mafia, untuk mendirikan perusahaan di negara surga bebas pajak. 10 surga pajak paling populer diantaranya Inggris, Hongkong, Nevada, British Anguilla, Samoa, Niue, Seychelles, Bahama, Panama, British Virgin Islands.

Jadi kalau anda ingin menginvestasikan uang haram bisa mendaftar pendirian perusahaan ke Mossack Fonseca. Yuridiksi perusahaan di wilayah surga pajak / tax heaven (anda bisa berkelit dari tagihan pajak), kerahasiaan data finansial terjamin (bisa jadi mesin cuci uang), proses sangat mudah, dan anda bisa mengatur tanggal dokumen sesuai keinginan. Tapi sayangnya Firma Mossack Fonseca sudah tidak beroperasi lagi.

Perdana Menteri Islandia Sigmundur David Gunnlaugsson adalah pemimpin dunia yang terpental dari kursinya gara-gara kasus ini (mungkin namanya perlu diganti Sigmaju jadi ngga mengundurkan diri). 140 politikus dari 60 negara terdeteksi di dokumen Panama Papers (syukurlah nama pemimpin Indonesia tidak tercantum). Presiden Argentina, Presiden Ukraina, Perdana Menteri Islandia, Raja Arab Saudi, Presiden UAE adalah diantara pemimpin dunia yang ada di dokumen Panama Papers.

Dunia sepakbola juga tidak luput dari guncangan Panama Papers, Presiden FIFA Gianni Infantino, Jerome Valcke (eks Sekjen FIFA), Lionel Messi (Barcelona), Michel Platini, Leonardo Ulloa (Leicester), Ivan Zamorano, Gabriel Heinze ada diantara daftar orang yang muncul di Panama Papers.

Orang Indonesia yang tercantum dalam Panama Papers berjumlah 803 orang, 28 perusahaan, dan 58 nama terkait. Riza Chalid, Joko S. Candra, Garibaldi Tohir, Sandiago Uno, Fransiscus Welirang, Airlangga Hertanto, Jhony Gerald Plate, Hilmi Panigoro termasuk orang yang tercantum dalam Panama Papers. Motif mereka menggunakan offshore mungkin beragam, kebanyakan mengatakan ini hal yang lumrah untuk memudahkan bisnis mereka, proses cepat dan ngga ribet termasuk alasan utama. Mungkinkah pajak termasuk alasannya?

Reaksi terhadap publikasi dokumen ini sangat besar termasuk Presiden Jokowi yang mengatakan Panama Papers ada hubungannya dengan tax amnesty. DPR mempercepat pembahasan tax amnesty, Menteri Sofyan Jalil: Itu praktek umum, Ketua Asosiasi Logistik Indonesia: Fasilitas tax heaven adalah sesuatu yang legal dan lazim dilakukan kalangan pengusaha. Dan berbagai komentar lain tentang hal ini.

Jadi berharap ada hotel leaks he he.

Refferensi: Tempo

 

 

%d blogger menyukai ini: